Muhasabah Diri

Kadangkala terusik hati ini pabila 'disapa' dgn kepayahan hidup yang bagaikan duri menghiris hati dari yangEsa..Lantas tanpa kesedaran aku mencaci mengapabegitu percaturanNya, kemudian di sebalik keperitan itu ku pelajari jalan mengatasinya, matang fikiranku kerana ujianNya, luaspemandanganku walaupun sakit hanya seketika, SABAR , itulah yang paling bermakna..nikmatnya baru ku terasa...Di saat itu barulah ku ketahui, disebalik ujian ada kerahmatan, di sebalik kesusahan ada kemudahan, di setiap penderitaan terselit kasih sayangNya..Hebatnya Rabbul Jalil sedang kita tidak mengetahui....
There was an error in this gadget

Sunday, April 24, 2011

Tulisan Di Atas Pasir..


Tulisan Di Atas Pasir

Picture Captions
Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda, dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka. Salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul itu diam terpaku seketika. Lalu, dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah kata pun, dia menulis di atas pasir: “Hari ini temanku telah memukul aku !!!”


Teman yang lebih besar merasa tidak enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah setelah itu, dasar-anak-anak, mereka segera kembali bermain bersama. Saat lari berkejaran, kerana tidak berhati-hati, tiba-tiba anak yang dipukul tadi terjerumus ke dalam lubang perangkap binatang. “Aduh…. Tolong….Tolong!” ia berteriak meminta tolong. Temannya segera menjenguk ke dalam lubang dan berkata, “Teman, adakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu.” Bergegas anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pokok. “Teman, aku sudah datang! Tangkap tali ini dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat, aku akan menarikmu keluar dari lubang.”

Dengan susah payah, akhirnya teman kecil itu pun berhasil dikeluarkan dari lubang dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata, “Terima kasih, sahabat!” Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu karang dan berusaha menulis di atas batu itu, “Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku.”

Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya kehairanan, “Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?” Anak yang di pukul itu menjawab sabar, “Setelah kamu memukul, aku menulis di atas pasir kerana kemarahan dan kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama tiupan angin dan sapuan ombak.”
”Tapi, ketika kamu menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, kerana perbuatan baikmu itu akan kukenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali lagi, terima kasih sahabat.”

Moral Of The Story : Hidup dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia. Memang benar…. bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia.Sebaliknya… tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan yang terukir di batu karang. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang selamanya.”


di'copy' and 'paste' kan dr http://cerita-pkbpsksj.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment

Popular Posts